Rabu, 02 Januari 2013
PS. Al-azhar Seni Bela Diri
Silat Bakti Negara Bali
"Bakti Negara" merupakan sebuah lembaga pendidikan tempat berguru pencak silat dengan empat (4) materi pendidikan, meliputi :
- Olahraga, membentuk kemampuan mempraktekkan teknik - teknik pencak silat yang bernilai olahraga bagi kepentingan memelihara kesehatan jasmani atau untuk mencapai prestasi keolahragaan.
- Beladiri, membentuk kemampuan / kemahiran teknik beladiri.
- Seni, membentuk keterampilan keindahan gerak pencak silat.
- Mental Spiritual, bertujuan untuk memperkuat kemampuan mengendalikan diri.
"Bakti Negara" secara resmi didirikan pada tanggal 31 Januari 1955 di Banjar Kaliungu Kaja, Denpasar, Bali oleh empat (4) orang pendekar veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, mereka adalah : pendekar Anak Agung Rai Tokir, I Bagus Made Rai Keplag, Anak Agung Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra, dan Ida Bagus Oka Dewangkara dipercayai sebagai pengurus "Bakti Negara" untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1968 diwarnai dengan proses kematangan dari para
pendekar muda "Bakti Negara". Periode ini merupakan masa transisi dari
generai tua kepada generasi muda, utamanya I Bagus Alit Dira dibantu oleh I Made Mangkling, I Wayan Tambir, I Bagus Made Suenda, I Made Wirasana, I Made Dana, I Made Mariatha, Suhaemi, Anak Agung Ngurah Manik Astawa
serta pendekar lainnya, berupaya keras mengembangkan "Bakti Negara".
Untuk mendukung pengembangan "Bakti Negara", Lembaga Dewan Pendekar
"Bakti Negara" memberikan mandat kepada I Bagus Alit Dira dibantu
oleh para pendekar lainnya guna memformulasikan teknik - teknik yang
dikuasai oleh para pendiri dalam jurus - jurus dasar "Bakti Negara",
mengadopsi dan mengakomodasikan seni kebudayaan serta nilai - nilai
religius yang hidup di Bali sebagai pedoman hidup. Menyatu dalam gaya
baru yang unik dengan berbagai kuda - kuda serta berbagai gerakan seni,
senjata dan gerakan beladiri yang mengekpresikan seni kebudayaan Bali,
seperti tari Barong, Oleg, Baris Tumbak, Gebug Ende serta yang lainnya.
Melalui standarisasi dan proses akulturasi "Bakti Negara" telah
menjadi bagian integral dari Banjar atau organisasi sosial
kemasyarakatan desa (seka) serta telah memasuki lembaga pendidikan
(sekolah). "Bakti Negara" telah dipelajari oleh banyak orang dsri
berbagi status, jenis kelamin, usia yang berbeda. Perkembangan "Bakti
Negara" dari waktu ke waktu sangat mengembirakan baik dari segi
kuantitas maupun kualitas, telah berkembang diseluruh wilayah Bali,
beberapa daerah di Indonesia seperti NTB dan NTT, juga dibeberapa
negara lain serta telah melahirkan banyak pesilat yang mampu
berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
PERPI Harimurti
Perguruan
Pencak Silat Indonesia Harimurti atau disingkat PERPI Harimurti adalah
salah satu dari sepuluh perguruan pencak silat historis IPSI. Proses
berdirinya perguruan ini, mulai dari Pencak Tejokusuman, Perguruan
Pencak Indonesia Mataram (PERPIM), Persatuan Pencak Indonesia (PERPI)
sampai PERPI Harimurti, tidak lepas dari peran pendekar tua yang saat
ini sudah berusia 86 tahun. Dialah Sukowinadi, yang akrab dipanggil Pak
Suko. Meskipun dilihat dari usia boleh dikatakan uzur, yang ditandai
dengan rambutnya yang sudah memutih serta garis-garis ketuaan yang
menghiasi wajahnya, namun penglihatan, pendengaran, serta daya ingatnya
masih normal, bahkan luar biasa. Fisiknya pun demikian, ia masih mampu
membuat fotografer terpelanting terkena teknik guntingan kakinya yang
sempurna.
Ditemui
di Jl. Veteran 13, Yogyakarta, dengan jelas dan gamblang ia
menceritakan perkembangan pencak silat di Yogyakarta sebelum masa
kemerdekaan, kronologis berdirinya perguruan PERPI Harimurti, dan proses
terbentuknya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di luar kepala,
sungguh daya ingat yang mengagumkan. Pandangannya mengenai perkembangan
pencak silat saat ini menunjukkan betapa kritisnya ia menanggapi
berbagai hal, argumentasinya yang kuat membuat orang yang mendebatnya
tidak mampu menyanggahnya.
Pembawaannya
yang ramah dan terbuka tidak menampakkan bahwa ia adalah seorang
pendekar yang disegani, bahkan cara berbicaranya lebih mirip seorang
kakek yang sedang menasihati cucunya. Kalau kamu tinggal beberapa hari
lagi di sini, saya akan kasihkan jurus-jurus praktis yang mudah
dipelajari untuk penjagaan diri, ujarnya.
Ketika ditanyakan lebih jauh, bagaimana yang dikatakan jurus praktis itu, ia menerangkan sambil langsung memperagakannya.
Kata
para pakar, pencak silat itu bisa dikategorikan sebagai salah satu
cabang olahraga, sedangkan olahraga berhubungan erat dengan anatomi
tubuh manusia. Maka seorang pesilat harus memahami ilmu anatomi. Dengan
ilmu ini, kita dapat mengolahnya agar menjadi sehat, serta dapat pula
digunakan untuk mengetahui bagian tubuh lawan yang lemah. Ini khusus
untuk penggunaan dalam beladiri, ujarnya sambil menunjukkan
bagian-bagian tubuh mana yang bisa dijadikan sasaran pukulan, tendangan,
atau bentuk serangan yang lain.
Memang
langsung dapat dirasakan bahwa setiap bagian tubuh yang dipegang,
ditekan, atau dipukul dengan tenaga yang relatif lemah, namun efeknya
menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Bagaimana
ia bisa mendapatkan kemahiran seperti itu? Ternyata jawabnya mudah
sekali. Logis saja, saya sudah berlatih selama 67 tahun, maka instink
saya sudah terlatih untuk bergerak mempertahankan diri pada saat yang
diperlukan. Jadi, intinya adalah berlatih! Itu kan logis. Belajar pencak
silat itu yang logis saja.Tidak usah mistik-mistikan! Yang logis saja
susah diterangkan, apalagi yang mistik! kata mantan perwira penerangan
itu menasehati.
Keluarga
saya dikaruniai umur yang panjang. Ayah meninggal pada usia sekitar 100
tahun, kakak meninggal pada usia 96 tahun. Saya kan sekarang ini masih
86 tahun. Jadi untuk beberapa tahun ke depan, saya masih kuat untuk
melatih, jawabnya ketika ditanya tentang resep panjang umur.
Pada
saat pengambilan foto, dapat disaksikan bahwa ia memang layak disebut
pendekar. Ia seakan tidak merasa lelah sedikitpun ketika memperagakan
berbagai macam jurus PERPI Harimurti, dari mulai gerak dasar, aplikasi
jurus, permainan pisau, sampai teknik meditasi Padam Prana yang
bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan ketentraman jiwa. Menurut
penuturannya meditasi ini merupakan warisan dari eyangnya sendiri,
Ronggowarsito.
Beladiri
itu kodrat makhluk hidup, termasuk manusia. Namun karena manusia
dibekali akal, maka harus digunakan. Demikian pula dengan pencak silat.
Kita jangan hanya nrimo saja apa yang diberikan oleh guru, namun harus
diolah kembali dengan menggunakan akal pikiran agar lebih sempurna dari
waktu ke waktu. Bagi saya pencak silat adalah nomor satu, di mana saya
berada, di situ saya harus melatih. Itulah pengabdian, tuturnya
mengakhiri perbincangan. (Graspuzi)
Dengan
menguasai anatomi, maka serangan menjadi lebih efektif. Pak Suko
membalas serangan dengan menotok urat syaraf di sekitar sikut membuat
tangan lawan menjadi lumpuh.
Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia
Selama menjadi Ketua IPSI salah satu yang sampai sekarang tetap di jalankan atas ide dan inisiatif beliau adalah long march th.1969 Jember-Tanggul-Jember oleh 13 Perguruan Silat plus SGPD (Sekolah Guru Pendidikan Djasmani, yang waktu itu pelatih silatnya adalah mas Budi Supriyanto). Long march ini adalah cikal bakal diadakannya Gerak Jalan Tajemtra (Tanggul Jember Tradisional) yang pada waktu itu bupatinya Bapak Abdul Hadi dan Ketua KONI Bapak Abdul Rajak. 1971 diresmikan Tajemtra oleh Bupati Abdul Hadi, 1972 menjadi Tajemtra 'Mahmudi Cup' (nama korban yang tewas dalam tajemtra).
Tehnik – tehnik Silat Keluarga HASDI bersumber dari Bapak RS Hasdijatmiko sendiri yang didapat dari pengalaman dan pengetahuan beliau. Bukan merupakan penggabungan dari berbagai aliran seperti yang dilakukan beberapa Perguruan Silat lainnya sehingga dapat dikatakan Tehnik- tehnik Keluarga HASDI asli atau orisinil, ditujukan untuk kepentingan mem-Bela Diri demi Ibadah. Ragam Tehnik Silat Keluarga HASDI tersusun secara terarah dan sistematis (terdapat di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga), tangan kosong maupun bersenjata;
1. Silat Dasar Raja (Kong Pe),
2. Silat Dasar Putri,
3. Silat Dasar Merak,
4. Silat Dasar Garuda,
5. Silat Dasar Bangau,
6. Silat Dasar Harimau,
7. Silat Dasar Bima Sakti,
8. Silat Dasar Mliwis,
9. Silat Dasar Katak (Homokang),
10. Silat Dasar Lebah Hitam,
11. Silat Dasar Teratai,
12. Silat Dasar Pendeta,
13. Silat Dasar Naga (Han Liong),
14. Silat Dasar Yang Liu
15. Silat Dasar Kong Ciak
16. Dan Gerak – gerak Silat Berpasangan
Selain Tehnik Silat, di Keluarga HASDI juga dipelajari Tehnik Pernapasan. Dalam kurun waktu tertentu diadakan ujian kenaikan tingkat.
Dalam melakukan pengembangan Perguruan, Keluarga HASDI terbilang sangat selektif . Penguasaan Tehnik Gerak Silat menjadi salah satu unsur utama yang dijadikan dasar pemilihannya. Karena penguasaan Tehnik Gerak Silat adalah sarana untuk menjaga pakem atau keaslian. Mas Budi Supriyanto diberi kepercayaan untuk membuka Cabang Keluarga HASDI di Gresik pada tahun 1971 (sekarang dipimpin oleh Mas Ainul Musyafak sebagai Ketua Cabang) dilanjutkan di Tuban pada tahun 1992 (sekarang dipimpin oleh Mas Muchibin sebagai Ketua Cabang), di Yogyakarta tahun 1990 oleh Haris Subrata, dan Surabaya tahun 1994 oleh Age Priambodo sekaligus sebagai Ketua Cabangnya. Selepas wafatnya Guru dan Pendiri (10 Nopember 1999) di Jember diteruskan oleh Bagus Djati Santigi (putra Pak Hasdi) sebagai Ketua Umum Pusat. Generasi kedua inilah yang sekarang mewarisi amanah dan semua pakem tehnik silat Keluarga HASDI.
PS. Pagar Nusa Nahdharatul Ulama (NU)
Wirama yaitu keindahan pagar nusa juga memiliki suatu kesenian mamiliki garakkan untuk dipertujukan untuk masyarakat umum agar pandangan masyrakat umum tidak mengagap pagar nusa bela diri yang keras saja namun memiliki unsur kesenian untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia seluruh lapisan masyarakat boleh mengikuti organisasi ini tidak pandang umur namun jika anda sudah menjadi warga pagar nusa saya berpesan agar akang tidakmenghianati organisasi ini,kalau kang berhianat atas organisasi pagar nusa awas saja pagar nusapun juga memiliki memiliki ciri khas tersendiri dari pada perguruan yang lainnnya yaitu setiap yang mengikuti organisasi ini akan terpanggil kang termasuk murid dan para warga-warganya ,tenamg aja kalau anda mengikuti organisasi ini gak perlu khwatir karena organisasi ini sudah resmi/legal karena sudah diakui oleh IPSI "Ikatan Pencak Silat Indonesia" serta organisasipun memiliki banyak saudara dari perguruan lain seperti IKS.PI,Gasmi,dan masih banyak lagi yang masih belim saya ketahui...
Organisasi pagar nusa sendiri terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu :
1.Pagar Nusa Atlit (PN Atlit) yaitu pagar nusa yang melatih para siswa didiknya untuk menjadi atlit namun hanya dididik Wiraga saja seperti lompat jauh,lari marathon,dan olahraga lainnya karena hanya mengolah tubuh,Organisasi ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat
2.Pagar Nusa Pencak (PN Pencak) yaitu pagar nusa yang mendidik siswanya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh ilmu ini tidak untuk di sombongkan tetapi hanya untuk membela diri saja,PN Pencak ini mempelajari Wiraga,Wirasa,Wirama untuk seluruh kelengkapan bela diri namun jika anda sudah menjadi warga jangan sekali-kali menghianati
PS. Seni Beladiri Kekeluargaan (SBK) Elang Putih
Ide dasar pencantuman nama "Elang Putih" pada perguruan ini diambil dari sebuah kisah dari Pelembang, Sumatera Selatan yang menceritakan perjalanan hidup seorang pesilat tangguh bernama Pangeran Batu Api yang gigih menentang segala bentuk penjajahan dan kolonisasi bangsa asing khususnya Belanda di tanah airnya. Hingga suatu ketika Pangeran Batu Api telah selesai melaksanakan ibadah (red : shalat) di tepi sungai Musi, ia melihat seekor elang putih terbang di atas sungai tersebut dan menangkap seekor ikan dari permukaannya. Kejadian tersebut kemudian mengilhami Pangeran Batu Api untuk menciptakan sebuah jurus baru bernama jurus tujuh yang gerakannya memadukan antara gerakan shalat dengan penafsiran gerakan dari cengkraman elang putih yang baru dilihatnya tersebut.
Perkembangan PS SBKK Elang Putih diawali dari lingkungan sekitar pendiri dan hingga kini perguruan ini telah mampu mengembangkan sayapnya ke seluruh wilayah DKI Jakarta melalui pelatihan di tingkat ranting di beberapa sekolah menengah
Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti
Adapun nama dari perguruan ini semula adalah IKS PI (Ikatan Keluarga Silat "Putra Indonesia) tetapi ketika perguruan mulai berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti" dibelakangnya.
Hal ini adalah karena masyarakat maupun murid-murid perguruan ini lebih mengenal nama jurus perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama asli perguruan.
Untuk itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas perguruan sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama perguruan . Bapak Totong Kiemdarto lahir pada tanggal 20 Oktober 1953 di Madiun.Sebagai pendiri sekaligus guru besarnya, ia mengajarkan pelajaran silat monyet dan kerohanian untuk memantapkan fisik dan iman siswa dan siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin dan berjiwa pancasila.
Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal di lingkungan masyarakat desa Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar 1983 beberapa murid angkatan I dan II mulaimengembangkan ajaran perguruan di beberapa tempat, yaitu SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian menyusul berkembang ditempat lain yang tidak saja di wilayah eks Karesidenan Madiun tetapi juga diluar Madiun.
Langganan:
Postingan (Atom)











