Rabu, 02 Januari 2013

Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti


Perguruan IKS PI Kera Sakti yang berpusat di Madiun Jawa Timur ini merupakan perguruan beladiri beraliran kung fu untuk gerakan beladirinya tetapi untuk kerohaniannya lebih cenderung ke Banten dan ulama Jawa. Berdiri pada tanggal. 15 Januari 1980 di Jl. Merpati No. 45, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kodya Madiun oleh bapak R. Totong Kiemdarto. Dengan gerakan beladiri kung fu aliran utara dan selatan yang dipelajarinya dari pendekar aliran kung fu China yang ada di Indonesia.

Adapun nama dari perguruan ini semula adalah IKS PI (Ikatan Keluarga Silat "Putra Indonesia) tetapi ketika perguruan mulai berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti" dibelakangnya.
Hal ini adalah karena masyarakat maupun murid-murid perguruan ini lebih mengenal nama jurus perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama asli perguruan.
Untuk itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas perguruan sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama perguruan . Bapak Totong Kiemdarto lahir pada tanggal 20 Oktober 1953 di Madiun.Sebagai pendiri sekaligus guru besarnya, ia mengajarkan pelajaran silat monyet dan kerohanian untuk memantapkan fisik dan iman siswa dan siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin dan berjiwa pancasila.
Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal di lingkungan masyarakat desa Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar 1983 beberapa murid angkatan I dan II mulaimengembangkan ajaran perguruan di beberapa tempat, yaitu SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian menyusul berkembang ditempat lain yang tidak saja di wilayah eks Karesidenan Madiun tetapi juga diluar Madiun.

Pencak Silat Angkatan Muda Rasio (PAMUR)



PAMUR berdiri dilatar belakangi oleh berbagai faktor yang berkembang di masyarakat Madura pada tahun 1950.
Salah satu faktor mendasar mendorong berdirinya PAMUR adalah banyaknya aliran pencak silat yang berkembang di masyarakat, antara lain Bawean, Melayu, Minangkabau, Cimande dan lain-lain. Beraneka ragamnya aliran ini disebabkan karena pada umumnya masyarakat Madura memiliki kegemaran bertualang keluar daerah dan selalu mempelajari aliran pencak silat daerah tempatan. Sekembalinya dari perantauan di daerah masing-masing mereka membuka pelatihan . Mempertahankan diri adalah bagian dari budaya untuk mengantisipasi tradisi "carok" oleh karena itu pencak silat tumbuh subur dan berkembang, mengakibatkan terjadinya persaingan kurang sehat antar perguruan. Perselihan dengan adu kekuatan menjadi warna warni perkembangan pencak silat di pulau garam ini.
Faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap berdirinya PAMUR adalah adanya keinginan dari para tokoh dan pendekar pencak silat agar Madura mempunyai satu bentuk permainan yang beciri khas Madura dan memiliki tehnik beladiri yang sophisticated dari pada aliran pencak silat yang ada di Madura. Harapan dengan bentuk garapan baru dapat menandingi dan mengalahkan permainan pencak silat yang ada yang sekaligus dapat mengatasi pula berbagai perselisihan di antara perguruan pencak silat yang mempunyai aliran beraneka ragam.
Berlandaskan cita-cita tersebut diatas maka pada tanggal 31 Desember 1951 didirikanlah pergruan pencak silat yang diberinamakan "Angkatan Muda Rasio oleh R. HASAN HABUDIN di Pamekasan Madura.
Pendiri PAMUR ini adalah pendekar besar dan berbakat, sejak usia muda 7 tahun menekuni pelajaran pencak silat dari berbagai macam permaian. Pada tahun 1941 sampai dengan 1951 mencoba memadukan dan menciptakan jurus. Semenjak itu upaya menginfetarisasi dan pembakukan dilakukan, yang kini menjadi materi baku jurus pencak silat PAMUR.
Ciri-ciri permaian PAMUR:
- Gerakan perminan berada dalam posisi menengah
- Banyak meperkuat kuda-kuda, terutama kuda-kuda pasif
- Mengurangi gerakan khayal
- Mementingkan rasio atau akal pikiran
- Progresif
Sejak berdirinya PAMUR membentuk organisasi yang pertama di ketuai oleh Bp. R.Mahmud Sosro Adipoetro ex Pembantu Gubenur Madura, dikarenakankesibukannya fungsi ketua facum dan di rangkap oleh Bp.R.Hasan Habudin selaku guru besar.
Semenjak 17 Nopember 1992 jabatan Ketua Dewan Pengurus Pusat dipimpin oleh Bp.Drs.H.Sjafiudin.
Sejak berdirinya hingga kini PAMUR yang identik dengan pencak silatnya suku Madura, berhasil membuat kurikulum tehnik yang sudah diajarkan di AKABRI Magelang, SMA Nusantara Magelang, dll. Pada saat ini PAMUR telah tersebar keseluruh penjuru tanah air, di mancanegara berkembang pesat di Belanda dan Belgia.
KANDUNGAN ASPEK PERGURUAN
Memberikan pelajaran pencak silat secara utuh berawal pada tingkat pencak silat seni, beladiri, olahraga dan mental spiritual

Persinas ASAD



Perguruan Silat Nasional ASAD berasaskan Pancasila dan UUD 1945 dan bermaksud menghimpun seluruh potensi bangsa yang memiliki persamaan cita-cita, wawasan dan tujuan dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya ilmu seni bela diri pencak silat nasional yang bersumber pada aliran silat Cimande, Kunto, Cikaret, Singa Mogok, Nagan, Cikalong, Syahbandar, Garuda Mas, Sabeni, dan Tangkap Menangkap (TM).

Bahwa dengan melestarikan ilmu dan seni bela diri pencak silat, berarti melestarikan budaya bangsa, yang merupakan upaya meningkatkan kualitas mental dan fisik bangsa Indonesia, guna mempercepat terwujudnya Tujuan Nasional, dengan motto “Ampuh Sehat Aman Damai”.
Persinas Asad PengCab Jakarta Pusat merupakan salah satu cabang perguruan besar Indonesia Persinas Asad yang mewadahi pecinta silat untuk membumikan silat di bumi Nusantara. Bertempat di Padepokan Al-Muflihun Jakarta latihan diselenggarakan setiap selasa dan Jum’at malam, terbuka untuk umum baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Dengan moto “Pencak Silat is my life” Persinas Asad JakPus mencoba membangkitkan semangat generasi silat untuk dan melestarikan pencak silat nasional sebagai identitas bangsa sejati disiplin dan santun dalam bermasyarakat.berkarakter bangsa, membela kebenaran, dan saling tolong menolong sesama umat manusia serta membumihanguskan Narkoba di bumi Nusantara.

PS Sin Lam Ba



Pencak Silat Sin Lam Ba adalah pencak silat yang menyandarkan diri kepada gerak fisik dan penggunaan tenaga dalam. Ajaran pencak silat ini mementingkan keseimbangan antara olah raga sebagai unsur beladirinya dengan pembinaan unsur religius yang kemudian dipadu menjadi suatu ikatan yang kuat. Dengan menjalankan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan pencak silat ini seorang pesilat Sin Lam Ba akan menjadi orang yang tangguh baik fisik maupun mental dengan berbekal seni pembelaan diri yang terampil dan mental tauhid yang kokoh.
Pada awalnya pencak silat ini mulai diperkenalkan oleh Bapak H. Odo (alm) yaitu seorang pimpinan sebuah pesantren yang memiliki ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah. Bapak H. Odo cukup terkenal pada masa itu. Di samping mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan, beliau juga   memberikan suatu metode pemanfaatan tenaga dalam yang tidak diturunkan kepada seluruh santrinya,  karena beliau adalah seorang  pimpinan pesantren yang memiliki beragam ilmu, baik ilmu olah kanuragan maupun ilmu pemanfaatan tenaga dalam.
Di antara sekian banyak santri beliau ada seorang santri yang bernama Bapak Mohamad Toha. Pada tahun 1896 Bapak Mohamad Toha bertugas sebagai seorang polisi. Ia adalah seorang pendekar yang telah menempa berbagai ilmu mulai dari daerah Betawi, Banten bahkan sampai Cirebon. Namun berdasarkan pemberitahuan dari dua orang pengelana yang ditemuinya dalam perjalanan pulangnya dari tugas ke Betawi pada masa itu, Bahwa beliau, tanpa menuju ke Betawi terlebih dahulu, kemudian membelokkan arahnya ke daerah Cikampek dimana berdiri pesantren yang dipimpin oleh H. Odo . Bapak Mohamad Toha kemudian   memohon kepada H. Odo untuk diterima menjadi murid sekaligus santri di pesantren tersebut. Namun yang terjadi adalah beliau diperlakukan sebagaimana layaknya seorang pesuruh oleh H. Odo dengan berbagai tugas kasar seperti mengisi kolam air, menyapu, dan pekerjaan kasar lainnya.
Bapak Mohammad Toha 
pendiri PS. Sin Lam Ba

Setelah 2 tahun, Bapak Mohamad Toha merasa cukup untuk bermukim di pesantren, lalu beliau memutuskan untuk kembali ke Betawi. Saat akan pulang tersebut, Bapak H. Odo memanggilnya dan kemudian menanyakan ilmu apa yang ingin diwarisinya dari pesantren tersebut. Bapak Toha kemudian memilih daun lontar yang dimiliki oleh H. Odo. Kemudian jatuhlah pilihannya pada daun lontar yang bertuliskan  "Ilmu yang berfungsi bila ada orang yang berniat Zholim". Inilah yang merupakan ilmu terakhir yang dipelajari oleh bapak Mohamad Toha setelah berbagai perjalanannya untuk menuntut ilmu ke berbagai daerah tersebut.
Setelah kembali ke Betawi, beliau mengembangkan ilmunya tersebut kepada sanak familinya. Murid-murid pertama beliau adalah  Bapak Sarbini, Bapak H. harun Acmad, Bapak Mugeni, dan yang lainnya. Setelah mengajar cukup lama maka pada tahun 1937 bapak Mohamad Toha kemudian menetapkan nama untuk perguruan tenaga dalam yang telah mulai berkembang itu. Akhirnya dipilihlah nama Sin Lam Ba , dari bahasa Arab yang berarti Sa'dah (kebahagian), Latifah (kelembutah), dan Barokah (mendapat berkah dari Allah yang Maha Esa, dengan arti simbolis bahwa murid-murid perguruan tersebut haruslah mencari makna kebahagiaan tersebut dengan cara yang lemah lembut dan sabar sehingga pada akhirnya dengan bertawakal kepada Allah akan mendapatkan keberkahan baik pada masa senang maupun pada saat dilanda kesusahan.
Pada perkembangan selanjutnya ilmu ini kemudian dikembangkan oleh bapak H. Harun Achmad sebagai salah satu pewaris utama dari Bapak Mohamad Toha sekaligus sebagai adik ipar beliau. PPS Sin Lam Ba memulai perkembangannya sejak tahun 1955 di daerah Kepu, Senen, dan kemudian menyebar ke berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri.
Pada perkembangannya tersebut pencak silat fisik yang dimiliki oleh bapak Toha telah ditambah sehingga pada saat ini dari segi ilmu bela diri fisik, PPS Sin Lam Ba memiliki 5 dewan guru, yaitu : Cingkrik dari Rawa Belong, Tiga Berantai dari Pisangan, Pencak Silat Kemandoran, Pencak Silat Khas Bapak Toha, dan Seni Pernafasan.

PSTD Syahbandar



Kebesaran nama Pencak Silat Syahbandar diambil dari nama Guru Pencak Silat di daerah Wanayasa dan Purwakarta yaitu Muhamad Kosim, atau biasa disebut Mama Syahbandar. Konon Mama Syahbandar pemah berkata bahwa air kopi menjadi minuman umum bagi orang Cianjur, sedangkan sisanya diminum oleh orang Purwakarta dan Wanayasa. Dalam hal ini jelaslah bahwa pencak silat yang diajarkan oleh Mama Syahbandar yang tersebar di wilayah Purwakarta, pada mulanya berasal dari Cianjur.
Jadi, bila Anda menggemari seni beladiri, perjatikanlah ciri khas dari pencak silat Syahbandar yang tidak banyak menggunakan tenaga karena gerakannya banyak menghindari serangan lawan dan membiarkan terbawa oleh arus tenaga lawan sendiri. Anda akn menyadari bahwa Pencak Syahbandar banyak mempergunakan gerakan Depok (merendah), sehingga gerakan-gerakannya Iebih di tekankan pada bagian bawah.
 

PPS Jokotole Naga Putih



Jokotole adalah sebuah aliran pencak silat yg berasal dari pulau Madura. Pada awalnya, perkembangannya sejalan dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Setelah beberapa pertikaian dengan penguasa Jawa dan Madura, rakyat Madura berpihak ke Belanda dan sebagai imbalannya Madura mendapat kebebasab dalam hal-hal tertentu. Sebagai hasil dari persekutuan ini, masyarakat Madura diperkenankan untuk memiliki bala tentaranya sendiri. Inilah sebabnya mengapa aliran pencak silat Madura berkembang dalam gayanya sendiri. Gayanya sangat praktikal dan akibatnya gerakan-gerakannya terlihat kurang anggun. Karena kekerasan dan karakter masyarakat Madura yang keras, aliran pencak silat Madura berkembang menjadi aliran yang efektif, cepat dan keras.

Pada akhir tahun tujuh puluhan, kejuaraan dunia pertama diselenggarakan di Singapura. Ketua Poras Jokotole saat ini, Bapak Suheimy bertanding untuk Indonesia dan menjadi juara dunia. Dua orang Indonesia yang lain, Bapak Salehodin dan Ibu Tuti pun mengikuti jejaknya menjadi juara dunia. Kemenangan2 ini menyebabkan Jokotole menjadi terkenal di Indonesia dan juga di luar negeri. Bantuan keuangan dari pemerintah Indonesia, memungkinkan pendirian sebuah akademi di Kamal, Madura, tempat kelahiran Bapak Suheimy. Beliau kemudian diminta untuk melatih tim nasional Indonesia dan Jokotole dianugerahi status sebagai akademi yang resmi. Selama 25 tahun terakhir, lebih dari 80 orang telah menjuarai gelar-gelar nasional maupun internasional. Dalam kompetisi olah raga dan seni, orang-orang Indonesia masih sangat berjaya.
Emblem, atau senjata terdiri dari beberapa bagian tertentu yang bersama-sama membentuk simbol dari gaya (Aliran) pencak silat kami.

Jokotole
Ini adalah nama dari seorang pahlawan legendaris Madura yang hidup sekitar enam ratus tahun yang lalu. Sejak masa kecilnya Jokotole meghadapi banyak pertualangan dimana dia mengalahkan musuh-musuhnya dengan keahlian tarungnya, kebijaksanaannya, dan ilmu gaibnya. Dia membebaskan orang-orang Madura dari orang-orang China dan Bali, dan orang-orang kemudian memilihnya sebagai penguasa pulau mereka.

Cambuk
Cambuk ajaib Jokotole adalah salah satu atribut yang digunakannya untuk mengalahkan kesaktian penguasa China. Dalam pertarungan kerbau Madura yang populer, cambuk masih digunakan. Hal ini telah menjadikan cambuk sebagai lambang identitas orang Madura.

Pintu (Gapura)
Gapura ini menyimbolkan usaha para murid untuk mencapai kesempurnaan jiwa dan raga. Gapura ini sangat penting dalam salah satu petualangan Jokotole. Jokotole dapat mencapai tujuannya hanya dengan pengorbanan penuh.

Tangga
Untuk mencapai kesempurnaan, murid harus melewati lima tingkatan. Setiap tingkat mempunyai warnanya tersendiri. Sabuk yang dikenakan murid menunjukan tahap kemajuaanya. Kelima tahap berhubungan dengan panca indera dan tahap keenam menuju ke kesempurnaan.

Wicaksana
Terjemahan bebas dari pepatah kuno sansekerta ini berarti ?Bersatu kita teguh?. Ini menunjukan solidaritas bersama antara para murid dan perguruan.

Silek Harimau Minangkabau



Dalam Bahasa Minangkabau, silat sama dengan silek. Silek di Minangkabau mempunyai dua tujuan yaitu ilmu bela diri menghadapi serangan musuh dan sebagai pertahanan negeri. Hal ini didasari keadaan Minangkabau yang saat itu merupakan daerah subur penghasil rempah-rempah telah mengundang kedatangan pihak lain untuk menguasainya. Saat masa damai, bela diri ini kemudian diarahkan agar tetap lestari dalam bentuk seni tarian sekaligus penyaluran energi silat yang cenderung panas dan keras agar menjadi lembut dan tenang.
Orang Mingkabau menyebut silek sebagai panjago diri dan parik paga dalam nagari. Silek tidak saja sebagai alat untuk bela diri tetapi juga mengilhami gerakan dasar berbagai tarian dan randai (baca: drama Minangkabau). Randai memadukan alat musik, teater tradisional, dan gerakan silat tradisional Minangkabau untuk menghibur masyarakat dan biasanya diadakan saat pesta rakyat atau hari raya Idul Fitri. Randai awalnya adalah media untuk menyampaikan cerita-cerita rakyat, dan kurang tepat jika Randai disebut sebagai teater tradisi Minangkabau, walaupun dalam perkembangannya Randai mengadopsi gaya bercerita atau dialog teater atau sandiwara.

Silek Harimau Minangkabau memiliki sederetan gerakan lincah seperti menendang, memukul, mengunci, menahan, bertarung di tanah, dan menggunakan senjata. Langkah dalam permainan Silek Minangkabau mirip langkah berjalan dan posisinya lebih sering merendah dikombinasikan gerakan anggun namun kuat.

Mid Djamal dalam bukunya tahun 1986 menyebutkan pendiri Silek adalah Datuak Suri Dirajodi Pariangan, Padang Panjang sekitar tahun 1119.  Ia dibantu beberapa rekannya yang datang dari luar negeri, yaitu Kambiang Utan (diduga dari Kamboja), Harimau Champo (diduga dari Champa), Kuciang Siam (diduga dari Siam atau Thailand), dan Anjiang Mualim (Diduga dari Persia).

Silek Harimau adalah seni bela diri yang berasal dari  Minangkabau. Gerakan silek menyerupai teknik dan filosofi harimau ketika menyerang mangsanya. Salah satu cirinya dapat dilihat melalui teknik tangan terbuka yang meniru cakar harimau.Silek Harimau Minangkabau menawarkan metode pertahanan diri yang efektif, olahraga dan cara untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia.